Martin Daniel Tumbelaka : Filosofi Nomor Urut 2 Dalam Pileg 2024, Kemenangan dan Kedamaian

SUARARAKYAT.CO.ID – Pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024, sistem proporsional terbuka menegaskan bahwa suara terbanyak menentukan siapa yang duduk di DPRD hingga DPR-RI. Namun, bagi Caleg nomor urut memiliki makna tersendiri.

Martin D. Tumbelaka, Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra di Dapil Sulawesi Utara, melihat nomor urut 2 sebagai simbol kemenangan. Baginya, angka 2 menggambarkan ‘Victory’ dalam Bahasa Inggris serta simbol perdamaian. Sebagai bagian dari Partai Gerindra yang juga memiliki Calon Presiden dan Wakil Presiden dengan nomor urut 2, Tumbelaka merasa hal ini mempermudah kampanye mereka.

Menurutnya, sejak Partai Gerindra memberinya nomor urut 2 dia meyakini bahwa nomor tersebut melambangkan kemenangan. “Angka 2 itu kalau kita angkat jari membentuk huruf V yang biasanya disebut Bahasa Inggrisnya Victory yang artinya kemenangan. Arti lainnya juga mengangkat 2 jari telunjuk dan jari tengah dikenal
dengan symbol perdamaian atau peace. Saya suka dengan 2 kata ini. Menang dengan damai,”katanya ketika dihubungi.

Keuntungan lainnya menurut mantan Calon Wakil Walikota Bitung ini adalah ketika Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gibran
Raka Buming Raka mendapatkan angka 2 dalam Pemilu nanti.

“Yang luar biasa juga Pak Prabowo dan Mas Gibran dapat angka 2. Maka dalam kampanye nanti mempermudah kami dalam melakukan sosialisasi. Sekali ucap dua pulau terlampaui,” pungkas pria kelahiran Passo Minahasa ini sambil bercanda.(team)

MDT Minta Relawannya Santun Dalam Berpolitik, Kerja Keras Menangkan Prabowo Gibran

SUARARAKYAT.CO.ID – Martin Tumbelaka yang merupakan putra daerah Sulawesi Utara yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI Nomor urut 2 dari Partai Gerindra,mengajak seluruh relawannya untuk terus kerja keras dan santun memenangkan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029.

“Saat ini yang harus kita lakukan adalah kerja, kerja, kerja. Sosialisasikan program-program unggulan dari Pak Prabowo dan Mas Gibran sampai ke desa-desa,”kata Caleg nomor urut 2 dari Partai Gerindra daerah pemilihan Sulawesi Utara untuk DPR-RI ini.

MDT sapaan akrab Martin meminta agar seluruh relawannya kerja cerdas dan santun tanpa harus melukai orang lain yang berbeda pilihan.

“Torang ini basudara. Berbeda pilihan itu indah. Torang harus saling menghargai dan menghormati setiap pilihan dan pendapat orang lain. Jangan ada kata-kata yang menyakiti, mengejek. Saya tidak suka. Kita menangkan pemilihan ini dengan elegan dan riang gembira,”kata putra kancingan Radey Minahasa Selatan dan Passo Minahasa ini.

Martin D.Tumbelaka saat ini memilki delapan relawan yang dibentuk untuk menggalang kekuatan memenangkan dirinya ke Senayan dan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu 14 Februari 2024 nanti.

Relawan-relawan tersebut yakni Sahabat MDT, Srikandi MDT, Patriot MDT, Squad MDT, Tole Prabowo (Torang Le Prabowo), Tim Mike, Tim Tanggo, Tim Milenial dan Tim Delta 24.

“Jad kembali lagi saya ingatkan, jaga persaudaraan dan terus sosialisasikan program-program Pak Prabowo dan Mas Gibran dengan tetap santun dan percaya diri,”pungkasnya.(tim)

Tidak Akui Hasil Pilpres,Caleg Koalisi Pendukung 02 Tak Patut dilantik Sebagai Anggota DPR

Jakarta, Suara_Rakyat ‐‐ Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyatakan partai politik koalisi pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak layak dilantik sebagai anggota DPR periode 2019-2024 jika menolak hasil Pilpres 2019.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan itu terjadi karena Pilpres 2019 dan Pemilu Legislatif 2019 dilakukan secara serentak.

“Kalau tidak akui hasil pilpres sebenarnya secara otomatis pileg tidak diakui. Kalau tidak diakui maka artinya tidak pantas dan tidak patut dilantik sebagai anggota DPR RI dari Gerindra, termasuk parpol koalisi 02,” ujar Karding dalam pesan singkat, Rabu (15/5).

Karding menuturkan Pileg 2019 dan Pilpres 2019 saling berkaitan. Sehingga, ia berkata tudingan kecurangan dalam pilpres yang diklaim oleh Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo-Sandi semestinya juga terjadi di pileg.

“Tidak mungkin yang curang hanya pilpres. Kalau asumsinya curang, mesti curang semua,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, politisi PKB ini menuturkan KPU memiliki opsi untuk mengeluarkan rekomendasi agar anggota DPR dari parpol koalisi 02 tidak dilantik. Parpol koalisi 02 sendiri terdiri atas Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai Berkarya.

“KPU bisa keluarkan rekomendasi tidak dilantik karena tidak diakui hasil tersebut oleh Ketua Umum mereka, dalam hal ini Pak Prabowo di Gerindra dan BPN koalisi 02,” ujar Karding.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto mengatakan akan menolak hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bila hasil perhitungan tersebut terbukti curang. Prabowo menegaskan tidak akan menyerah untuk mencari keadilan.

“Kami masih menaruh secercah harapan, tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Berdasarkan rekapitulasi sementara di KPU, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 71.212.907 suara (56,23 persen) dan Prabowo-Sandiaga sebanyak 55.434.599 suara (47,77 persen).

Perolehan suara tersebut merupakan hasil rekapiltulasi pada 15 May 2019, pukul 11.45 WIB. Total TPS yang sudah terinput oleh KPU sebanyak 672.499 dari 813.350 TPS (82,68261 persen).(Sr/Cnn)

Situng Kpu Mencapai 78 Persen Jokowi – Amin Masih Unggul

Jakarta SR – Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 78%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai ‘(Real Count Kpu)’, saat ini mencatat Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 15 juta suara atas Prabowo-Sandiaga Uno.

Dilihat  dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Minggu (12/5/2019), pukul 15.41 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 635.055 TPS (78,07893%). Diketahui, total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019.

Berikut ini real count KPU berdasarkan data yang telah masuk:
01. Jokowi-Ma’ruf 67.300.948 suara (56,23%)
02. Prabowo-Sandiaga 52.256.258 suara (43,71%)

Dengan demikian, selisih perolehan suara antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi adalah 15.044.690 suara. 

Dalam situs ini, KPU menjelaskan bahwa data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS. Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dan angka yang tercantum dalam salinan Formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

KPU juga menyatakan bahwa data yang ditampilkan bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan. Oleh karena itu jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya keluar pada Rabu (22/5). KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.(team/dtc)

Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi di Bekuk

Jakarta, SR ‐‐ Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum  polda metro jaya menangkap pria yang mengancam memenggal Presiden joko widodo(Jokowi). Ancaman itu disampaikan saat beraksi di bawaslu dan menjadi viral di medsos

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pria berinisial HS itu ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor. Penangkapan dilakukan pada Minggu (12/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

“Telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial,” ujarnya.

HS dikenakan pasal Pasal 104 Kita Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Argo merincikan HS merupakan pria kelahiran Jakarta, 08 Maret 1994. Ia merupakan warga Palmerah Barat,Jakarta.

HS ditangkap lantaran melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Jokowi saat melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (10/5) pukul 14.40 WIB.

Aksinya yang terekam video langsung viral di media sosial. HS terekam mengucapkan kata-kata ancaman kepada Jokowi.

“Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah,” kata HS dalam video sebagaimana disampaikan Argo. (Sr/cnn)