Rompas : Sampah Rumah Tangga Kebanyakan Botol Plastik

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sonny Rompas saat menjelaskan terkait sistem pengelolaan sampah di kota manado

SUARARAKYAT.CO.ID – MANADO – Budaya menciptakan kebersihan sepertinya belum menjadi kesadaran utama bagi warga masyarakat Manado khususnya di wilayah Taas. Dari temuan Pemkot Manado saat menggelar bersih bersih pasca bencana banjir, tampak anak sungai yang melintas di area tersebut berserakan dipenuhi oleh sampah botol plastik.

Petugas kebersihan bersama ASN yang tengah bertugas kemudian membersihkan sampah-sampah tersebut.

“Kebanyakan dari sampah rumah tangga. Paling banyak botol plastik,”tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Sonny Rompas.

Menurut Rompas, kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya ini mungkin hanya dilakukan oleh segelintir warga. Namun yang disayangkan, akibat yang ditimbulkan berdampak pada kehidupan orang lain.

“Sampah tersebut sudah diangkat oleh petugas kebersihan, diharapkan adanya kesadaran dari masyrakat untuk peduli dengan lingkungan disekitar,” kata Rompas.

Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan truk dan dibawa langsung ke TPA Sumompo. (Team)

Komisi IV DPRD Manado, Kunker di Kemenag RI

SUARA RAKYAT, Manado — Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang memimpin rombongan Komisi IV melakukan kunjungan kerja di Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kamis (31/01) dan diterima langsung oleh Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M. Si

Dalam pertemuan tersebut Dirjen Bimas memberikan apresiasi terkait kerukunan antar umat beragama yang ada di Kota Manado,sehingga kota Manado mendapatkan penghargaan sebagai kota paling toleran di Indonesia.”Penilaian yang sangat tepat Manado sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia, kerukunan umat beragama di Manado sangat nyata, kalau Natal, Pemuda Banser NU jaga gereja,

kalau Idul Fitri Pemuda Gereja jaga masjid, semua perbedaan agama dan etnis dijaga dalam bingkai persaudaraan, tidak ada istilah orang lain, orang asing, pendatang atau pribumi di Manado, ada filosofi yang terkenal di Manado dan Tanah Minahasa “Torang Samua Basudara” kita orang semuanya bersaudara,” kata Pentury.

Di akhir pertemuan Dirjen Bimas Agama Kristen memberikan cinderamata berupa buku untuk Komisi IV DPRD Manado.Kunker ini di ikuti oleh personil Komisi IV DPRD Kota Manado yaitu,

Wakil Ketua Komisi IV Dijana Pakasi, Sekretaris Komisi IV Sonny Lela, serta anggota Wahid Ibrahim, Vanda Pinontoan, Fatma Abu Bakar, Ronny Makawata dan Cicilia Longdong.(suararakyatteam)

Pemkot Siapkan Motor Pengankut Sampah

Motor Sampah yang disiapkan Pemkot Manado untuk mengangkut sampah di setiap lingkungan yang ada di Kota Manado

SUARARAKYAT.CO.ID – MANADO, Kepala DLH Kota Manado Sonny Rompas mengatakan bahwa personil DLH selalu siaga setiap ada pelaksanaan kegiatan acara yang mengundang banyak orang, karena pastinya akan banya sampah yang akan berserakkan sehingga pihaknya akan melakukan pembersihan di lokasi kegiatan.

Selain itu dikatakannya, DLH terus melakukan sosialisasi kepada instansi manapun yang melaksanakan kegiatan untuk menyediakan tempat sampah setiap pelaksanaan kegiatan dan bisa membersihkan sampah.

Ditambahkan, bersihnya Kota Manado ini akan berpengaruh pada wisatawan yang berkunjung di Kota Manado(team)

Wawali Jelaskan Terkait Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Adipura

Wakil Walikota saat menjelaskan terkait penilaian adipura

SUARARAKYAT.CO.ID,MANADO – Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan, Selasa (14/1) Sore menggelar Konfrensi Pers yang didampingi Sekertaris Daerah Mickler Lakat SH MH, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dan Ekonomi Johanis Waworuntu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sony Rompas bersama Kepala Bagian Pemerintahan Dan Humas Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Mor Bastiaan menjelaskan bahwa penilaian Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan tersebut berdasarkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo yang sudah tidak lagi memungkinkan.

Dijelaskannya, seperti diketahui sejak 2014 Kota Manado mengalami banjir bandang maka terjadi penumpukan sampah yang tinggi sementara salah satu syarat untuk penilaian Adipura adalah TPA yang menggunakan sistem sanitary landfill yang dalam kondisi saat ini TPA Sumompo sudah tidak memungkinkan lagi untuk diadakan sanitary landfill.

“Kondisi TPA sudah tidak lagi memadai untuk sanitary landfill, jadi kalau penilaian KLHK dilihat dari segi TPA memang itu kondisi yang ada di kota Manado,”ujarnya.

Namun Wawali Mor menegaskan bahwa kondisi lingkungan kota Manado saat ini sudah jauh lebih bersih.

“Kondisi terkini kota Manado jauh lebih baik, tapi biarlah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih baik menjaga kebersihan kota kita, kami dari jajaran Pemerintah kota Manado lebih giat dan mengajak semua elemen masyarakat maupun Pemerintah menjaga dan membersihkan kota kita bersama,”tukas Mor. (Team)